Startup
Dunia startup sering dipenuhi dengan cerita tentang pendanaan besar, valuasi fantastis, dan kesuksesan yang tampak datang dalam semalam. Namun di balik semua itu, membangun startup pada dasarnya adalah menghadapi ketidakpastian.
Tidak ada resep pasti. Tidak ada jaminan keberhasilan. Bahkan sebagian besar startup justru berakhir dengan kegagalan.
Karena itu, menarik untuk mendengarkan pandangan para pendiri, investor, dan pemikir yang telah berkecimpung langsung di dunia startup. Dari mereka, kita belajar bahwa startup bukan sekadar mendirikan perusahaan, tetapi tentang mencari, bereksperimen, gagal, belajar, dan bertumbuh dengan cepat.
Bisa dibilang startup itu dekat dengan kegagalan. Bahkan fokus startup bukan mencegah kegagalan, tetapi seberapa cepat founder bisa melakukan iterasi berdasarkan kegagalan, lalu melakukan pivot dari produk-produk yang tak diinginkan pasar.
Berikut adalah beberapa nasihat dan pemikiran dari para tokoh startup yang menurut saya layak untuk direnungkan.
Peter Thiel (Co-Founder PayPal)
Startup adalah pencipta inovasi vertikal dan bukan inovasi horizontal. Inovasi vertikal di sini berarti sebuah teknologi yang belum pernah ada sebelumnya.
Steve Blank (pengusaha yang menginspirasi konsep lean startup)
Startup adalah organisasi sementara yang dirancang untuk mencari model bisnis yang repeatable dan scalable.
Paul Graham (co-founder program akselerator startup Y Combinator)
Startup adalah sebuah organisasi yang dirancang untuk bertumbuh dengan cepat. Kamu perlu tiga hal untuk membangun startup yang berhasil: mulai dengan orang-orang yang bagus, membuat sesuatu yang pelanggan benar-benar menginginkannya dan menghabiskan uang sesedikit mungkin.
Eric Ries (penulis buku The Lean Startup)
Startup adalah sebuah institusi yang dirancang untuk membuat produk atau jasa baru dalam kondisi ketidakpastian yang ekstrem.