Sistem Pencatatan Keuangan
Hal pertama yang aku lakukan dalam mengelola keuangan bukan budgeting, investasi, atau mencari instrumen keuangan terbaik. Tapi mencatat.
Karena tanpa data, kita sebenarnya hanya menebak-nebak.
Sulit mengevaluasi apakah kondisi keuangan membaik atau memburuk kalau semua hanya berdasarkan perasaan. Kadang merasa “hemat”, ternyata pengeluaran naik. Kadang merasa “uang habis terus”, ternyata aset sebenarnya tetap bertumbuh.
Jadi sebelum membuat rencana keuangan, aku memilih membangun sistem pencatatan dulu.
Sistem yang aku pakai sederhana, tapi cukup untuk menjawab pertanyaan penting ini:
- Apakah total asetku naik atau turun?
- Pengeluaran terbesar ada di mana?
- Apakah pengeluaran bulan ini lebih besar dari pemasukan?
- Kalau iya, apa penyebabnya?
Berikut sistem yang aku gunakan sekarang.
1. Asset Tracker
Ini yang paling sederhana tapi juga paling penting bagiku.
Tujuannya untuk melihat net worth atau total aset dari waktu ke waktu. Dengan ini aku bisa tahu apakah secara keseluruhan kondisi keuanganku membaik atau tidak.
Di setiap tanggal gajian, aku mencatat:
- saldo seluruh rekening bank
- cash
- e-wallet
- reksadana atau investasi likuid lain
- hutang (kartu kredit dsb)
Aku mencatatnya di Google Sheet.
Kenapa Google Sheet? Karena:
- cepat dibuka
- fleksibel
- mudah dibuat grafik
- tidak tergantung aplikasi tertentu
Sheet ini khusus untuk aset personal dan terpisah dengan aset istriku. Alasannya sederhana: aku ingin tetap bisa melihat perkembangan finansial pribadi secara jelas.
Yang penting bukan sekadar angka akhirnya, tapi perubahan dari bulan ke bulan.
Kalau aset turun, sistem ini harus bisa membantu menjawab:
Kenapa turun?
Apakah karena pengeluaran naik? Ada kebutuhan besar? Pendapatan turun? Atau memang sedang ada alokasi untuk tujuan tertentu? Aku kasih kolom khusus "notes" untuk mencatat temuannya.
Tanpa pencatatan rutin, pertanyaan seperti ini biasanya hanya dijawab dengan asumsi.
2. Pencatatan Uang Cash
Uang tunai (kartal) punya satu masalah: tidak ada pencatatan histori otomatis.
Kalau pakai rekening bank atau e-wallet, kita masih bisa melihat mutasi transaksi. Tapi uang tunai sangat mudah “hilang tanpa jejak”.
Karena itu aku tetap mencatat pengeluaran cash.
Untuk ini aku pakai aplikasi Money Lover, sharing dengan istriku.
Yang aku suka dari aplikasi ini:
- multi-user
- nyaman dipakai di HP
- UI sederhana
- kategori cukup lengkap
- bisa upload nota pembelian
Selain itu ada fitur budgeting dan pencatatan hutang juga, meskipun tidak terlalu sering kami gunakan.
Menurutku aplikasi pencatatan keuangan yang bagus itu bukan yang paling kompleks, tapi yang paling mungkin dipakai konsisten.
Karena sistem yang terlalu ribet biasanya bertahan hanya beberapa minggu.
3. Cash Flow
Kalau asset tracker fokus ke “total aset”, maka cash flow fokus ke arus keluar masuk uang.
Di sini aku ingin melihat:
- uang masuk berapa
- uang keluar berapa
- kategori pengeluaran terbesar
- apakah cash flow sehat atau tidak
Untuk ini aku pakai GnuCash.
Sebenarnya ini software akuntansi, tapi aku suka karena:
- gratis
- ringan
- cepat
- tidak dipenuhi fitur yang tidak perlu
Report yang paling sering aku lihat:
- cash flow
- neraca sederhana (aset dan utang)
Pencatatan di sini sudah digabung dengan keuangan istriku supaya bisa melihat kondisi rumah tangga secara keseluruhan.
Kekurangannya memang belum cloud-based. Jadi file hanya ada di laptop dan tidak bisa diakses lewat internet secara praktis.
Tapi justru karena sederhana, aku lebih nyaman memakainya.
Yang Paling Penting Bukan Tools-nya
Aku pernah ada di posisi sibuk mencari aplikasi keuangan terbaik dan mencoba banyak metode sampai pusing sendiri karena ribet. Ternyata yang lebih penting dari tools adalah:
- apakah sistemnya bisa dipakai terus?
- apakah datanya cukup untuk evaluasi?
- apakah bisa membantu mengambil keputusan?
Sistem keuangan tidak harus rumit dan super detil. Yang penting bisa menjawab pertanyaan nyata:
- Kenapa aset turun?
- Kenapa pengeluaran membesar?
- Pengeluaran mana yang sebenarnya tidak terlalu penting?
- Apakah gaya hidup mulai lebih besar daripada pemasukan?
Kalau sistem pencatatan kita bisa membantu menjawab itu, menurutku itu sudah cukup bagus.